FAKEYANG SALAMA’NA LATO’NA ANGGOTAKU’
FAKEYANG SALAMA’NA LATO’NA ANGGOTAKU’
(Shalat)
Ini masih tentang ceritaku bersama sahabatku Rudhi.
Sekilas tentang sahabatku yang satu ini sudah saya uraikan pada tulisanku yang
berjudul ‘Fangajana Anggotaku’. Entah awalnya dari mana ketika kami
sedang asyik bercerita, tiba-tiba beliau menceritakan satu kisah kepadaku.
Konon katanya beliau pernah datang menghadap kepada
kakeknya bermaksud ingin berguru. Dia mengatakan kepada kakeknya “Lato’.
Loka millau fakeyang salama’ (Kakek. Saya mau minta pakaian keselamatan)
kurang lebih maksudnya bahwa beliau ingin kakeknya mengajari agar bisa selamat
dari berbagai macam hal. Spontan sang kakek langsung mengambil peci hitam dan
memukulkan peci tersebut di kepalanya sahabatku ini. ‘Kahe Fakeyang
Salama’E”. (Ini pakaian keselamatan). Saya langsung tertawa terbahak-bahak
mendengarkan ceritanya tersebut. Sambil tertawa beliau melanjutkan bahwa saat
ini beliau baru sadar apa maksud dari perlakuan kakeknya tersebut. Yaro
Songko’E biasa ifakei massumpajang. Jaji maksu’na lato’ku makkada kahe fakeyang
salama’ iyyanaritu kuloko salama’ assumpajakko” (Peci itu biasa digunakan
saat melaksanakan shalat. Jadi yang dimaksud oleh kakek mengatakan ini pakean
selamat adalah Shalat).
Kisah ini tentu sangat mendalam maknanya. Bahwa ketika
kita ingin selamat maka shalatlah. Banyak sekali dalil yang menjelaskan
keutamaan shalat, diantaranya :
Pertama
Shalat merupakan kewajiban bagi kita ummat muslim.
فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ
ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
Terjemahnya :
Maka dirikanlah shalat itu
(sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan
waktunya atas orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nisa : 103)
Kedua,
Shalat merupakan tiang Agama, nabi Saw bersabda:
عَنْ عُمَرَ،
قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ عِنْدَ
اللهِ فِي الْإِسْلَامِ؟ قَالَ: " الصَّلَاةُ لِوَقْتِهَا، وَمَنْ تَرَكَ
الصَّلَاةَ فَلَا دِينَ لَهُ، وَالصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّينِ
Artinya :
“dari umar ra, berkata
seseorang telah datang kepada rasululllah dan berkata : wahai Rasulullah amalan
apa yang paling dicintai Allah dalam islam? Nabi menjawab:
amalan yang paling dicintai Allah adalah mengerjakan shalat pada waktunya, barang
siapa yang meninggalkan shalat maka tidak ada agama baginya, karna shlat adalah
tiang agama”. (H.R. Baihaqi)
Ketiga, amalan
yang pertama kali dihisab nantinya adalah shalat. Rasulullah Saw bersabda dari Abu Hurairah :
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ
فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ
الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ
بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى
ذَلِكَ
Artinya :
”Amalan
hamba yang pertama kali dihisab hari kiamat adalah sholat, jika sholat itu
bagus, dia beruntung dan berhasil, jika cacat dia menyesal dan merugi. Bila
sholat wajibnya tidak sempurna, Allah Swt berkata, ”Lihatlah apakah
hamba-Ku punya amalan sunnah sehingga bisa menutupi amalan wajibnya, dengan
demikian tertutup segala amalnya.” (H.R.
Tirmidzi)
Keempat, shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar
ٱتْلُ
مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ
تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ
وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Terjemahnya :
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu
Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah
dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah
(shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan
Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S.
Al-Ankabut : 45)
Kelima, Shalat adalah kunci surga
مِفْتَاحُ
الْجَنَّةِ الصَّلاَةُ
Artinya :
Kunci surga adalah shalat (HR Ahmad)
Demikianlah kisah dari sahabat saya yang intinya adalah
dengan shalat kita akan selamat. Meskipun judul dari tulisan ini adalah pakaian
keselamatan kakek dari sahabatku akan tetapi sesungguhnya shalat itu bisa
mengantarkan kepada keselamatan bagi siapa saja yang melaksanakannya.
Semoga kisah yang mengundang tawa dari sahabatku ini
dapat menjadi pelajaran bagi kita semua serta momotivasi kita agar senantiasa
menjaga shalat.
Wallahu a'lam
bish-shawab
By. Andi Aman, S.Pd.I, M.Pd

Komentar