FAKEYANG SALAMA’NA LATO’NA ANGGOTAKU’

 

Foto : MUSLUM IKA-MAPIG Soppeng 17 Agustus 2019

FAKEYANG SALAMA’NA LATO’NA ANGGOTAKU’

(Shalat)

Ini masih tentang ceritaku bersama sahabatku Rudhi. Sekilas tentang sahabatku yang satu ini sudah saya uraikan pada tulisanku yang berjudul ‘Fangajana Anggotaku’. Entah awalnya dari mana ketika kami sedang asyik bercerita, tiba-tiba beliau menceritakan satu kisah kepadaku.

Konon katanya beliau pernah datang menghadap kepada kakeknya bermaksud ingin berguru. Dia mengatakan kepada kakeknya “Lato’. Loka millau fakeyang salama’ (Kakek. Saya mau minta pakaian keselamatan) kurang lebih maksudnya bahwa beliau ingin kakeknya mengajari agar bisa selamat dari berbagai macam hal. Spontan sang kakek langsung mengambil peci hitam dan memukulkan peci tersebut di kepalanya sahabatku ini. ‘Kahe Fakeyang Salama’E”. (Ini pakaian keselamatan). Saya langsung tertawa terbahak-bahak mendengarkan ceritanya tersebut. Sambil tertawa beliau melanjutkan bahwa saat ini beliau baru sadar apa maksud dari perlakuan kakeknya tersebut. Yaro Songko’E biasa ifakei massumpajang. Jaji maksu’na lato’ku makkada kahe fakeyang salama’ iyyanaritu kuloko salama’ assumpajakko” (Peci itu biasa digunakan saat melaksanakan shalat. Jadi yang dimaksud oleh kakek mengatakan ini pakean selamat adalah Shalat).

Kisah ini tentu sangat mendalam maknanya. Bahwa ketika kita ingin selamat maka shalatlah. Banyak sekali dalil yang menjelaskan keutamaan shalat, diantaranya :

Pertama Shalat merupakan kewajiban bagi kita ummat muslim.

فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Terjemahnya :

Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nisa : 103)

Kedua, Shalat merupakan tiang Agama, nabi Saw bersabda:

عَنْ عُمَرَ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ عِنْدَ اللهِ فِي الْإِسْلَامِ؟ قَالَ: " الصَّلَاةُ لِوَقْتِهَا، وَمَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ فَلَا دِينَ لَهُ، وَالصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّينِ

Artinya :

“dari umar ra, berkata seseorang telah datang kepada rasululllah dan berkata : wahai Rasulullah amalan apa yang paling dicintai Allah dalam islam? Nabi menjawab: amalan yang paling dicintai Allah adalah mengerjakan shalat pada waktunya, barang siapa yang meninggalkan shalat maka tidak ada agama baginya, karna shlat adalah tiang agama”. (H.R. Baihaqi)

Ketiga, amalan yang pertama kali dihisab nantinya adalah shalat. Rasulullah Saw bersabda dari Abu Hurairah :

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

Artinya :

”Amalan hamba yang pertama kali dihisab hari kiamat adalah sholat, jika sholat itu bagus, dia beruntung dan berhasil, jika cacat dia menyesal dan merugi. Bila sholat wajibnya tidak sempurna, Allah Swt berkata, ”Lihatlah apakah hamba-Ku punya amalan sunnah sehingga bisa menutupi amalan wajibnya, dengan demikian tertutup segala amalnya.” (H.R. Tirmidzi)

Keempat, shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Terjemahnya :

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Ankabut : 45)

Kelima,  Shalat adalah kunci surga

مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ الصَّلاَةُ

Artinya :

Kunci surga adalah shalat (HR Ahmad)

Demikianlah kisah dari sahabat saya yang intinya adalah dengan shalat kita akan selamat. Meskipun judul dari tulisan ini adalah pakaian keselamatan kakek dari sahabatku akan tetapi sesungguhnya shalat itu bisa mengantarkan kepada keselamatan bagi siapa saja yang melaksanakannya.

Semoga kisah yang mengundang tawa dari sahabatku ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua serta momotivasi kita agar senantiasa menjaga shalat.

Wallahu a'lam bish-shawab

 

By. Andi Aman, S.Pd.I, M.Pd

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Idul Adha Berbahasa Bugis